Fanfiction

[URL=https://info.flagcounter.com/HyXC][IMG]https://s11.flagcounter.com/count2/HyXC/bg_FFFFFF/txt_000000/border_CCCCCC/columns_2/maxflags_10/viewers_0/labels_0/pageviews_0/flags_0/percent_0/[/IMG][/URL]

Sabtu, 21 Mei 2016

FF "Balikin lipblam gue!"




Title         : Balikin Lipblam Gue!!
Cast         : Song Yunhyeong(iKON) , Jung Chanwoo(iKON), Kim Yerim(Red Velvet) dan     Eunji(A-pink)
Genre       : School
Writer      : Ani Habibah (biyeol)

Hembusan angin malam yang dingin membelai pipi Kim Yerim dengan lembut. Berkali-kali Yeri harus mengibaskan rambutnya karena terus menutupi wajah cantiknya. Yeri sedang dalam suasana hati yang tidak baik, sepulang sekolah dia mendadak sering melamun didepan  rumahnya dengan tatapan kosong yang mengarah pada pohon besar yang berada didepan rumahnya. Tatapannya entah menuju kemana, terkadang dia melihat batang pohon dan terkadang melihat mobil-mobil yang melintas didepan rumahnya. Tempat tinggalnya berada diperumahan elit yang tentunya hanya orang kayalah yang menempati rumah-rumah itu.

Yeri tersentak kaget dan bola matanya terbelalak melihat sosok lelaki yang sangat tampan sedang berdiri dibawah pohon depan rumahnya dengan tatapan matanya yang mengerikan mengarah kedirinya. Yeri berlari memasuki rumahnya dan menutup pintu rumah dengan nafas yang terengah-engah. Orang tua Yeri yang sedang menikmati santapan makanan malamnya melihat anaknya heran karena tingkahnya yang aneh. Yeri tidak mempedulikan tatapan aneh kedua orang tuanya, dia buru-buru berlari menuju kamarnya. Setelah itu dia membaringkan tubuhnya diatas ranjangnya lalu menutupi tubuhnya dengan selimut paling tebal yang ada diatas ranjang. Yeri berusaha memejamkan matanya dan berdoa untuk keselamatan dirinya.

Pagi harinya Yeri terbangun sambil menyipitkan matanya karena sinar matahari yang mengarah langsung kekamarnya. Ibu Yeri yang terlanjur emosi membuka tirai jendela kamar Yeri supaya anak satu-satunya yang dia sayang bangun dari tidur nyenyaknya. Yeri mengucek kedua matanya dan terkejut melihat sosok lelaki yang dia lihat tadi malam berdiri dengan senyumannya yang manis dipojok kamarnya. Dia pun menjerit ketika ibunya sedang menyiapkan seragam sekolahnya, lantas ibunya menjadi kaget karena jeritan Yeri yang melengking ditelinga.
“kau kenapa?” tanya ibunya
“Mma.. ada setan dipojok sana” ujar Yeri sambil menunjuk pojok kamarnya dengan matanya yang tertutup.
“apa kau masih tidur! Tidak ada apa-apa dipojok sana” ujar ibunya emosi sambil memukuli badan anaknya.
“Mma.. sakit” keluh Yeri terpaksa membuka matanya. Dia kebingungan karena sosok lelaki yang dia lihat sudah lenyap bagai ditelan bumi.

Dengan tatapan matanya yang bingung Yeri beranjak dari ranjangnya lalu memasuki kamar mandinya untuk membersihkan tubuhnya. Selesai dia mandi dan memakai seragam sekolahnya, dia menghampiri keluarganya yang sedang menikmati santapan paginya. Yeri menekuk kepalanya lalu dengan lemas dia mengambil roti selai yang sudah dipersiapkan ibunya dan memakannya. Selesai dia memakan sarapannya, dia segera pergi untuk berangkat kesekolah. Hari ini Yeri menolak ayahnya untuk mengantar dirinya kesekolah, Yeri lebih memilih menaiki bus umum.
Sesampainya Yeri disekolah. Dia tersenyum sumingrah melihat teman-temannya sudah menunggunya didepan pintu masuk kelas. Yeri berlari lalu merangkul teman-temannya, ketika Yeri baru melangkah memasuki kelas dia tersentak kaget melihat sosok lelaki yang dia lihat sedang berdiri didepan papan tulis sambil membawa penghapus. Sosok itu tersenyum padanya, Yeri yang ketakutan dan bingung hanya terdiam dengan tatapan matanya yang kosong. Teman-teman Yeri menyadarkannya dengan menepuk pundaknya, ketika dia sadar sosok lelaki itu menghilang lagi.

Didalam kelas seorang guru menyampaikan materi pelajarannya dengan cara memutar cd yang berisikan materi. Yeri lebih memilih tidur daripada mendengarkan penjelasan yang tidak jelas. Yeri membenamkan wajahnya pada lipatan tangannya diatas meja, matanya mendongak kesamping. Tiba-tiba dia berdiri dengan mata terbelalak kaget, dia melihat sosok lelaki tadi sedang melihatnya dan tersenyum. Semua murid yang berada didalam kelas melihat Yeri heran, kamudian dengan tulus Yeri meminta maaf karena telah menganggu proses belajar mereka. Yeri kembali duduk dibangkunya dan sosok lelaki tadi belum menghilang dihadapannya. Yeri mencoba memberanikan diri melihat sosok tersebut karena baginya sosok lelaki itu tidak terlalu menyeramkan.
“sebenarnya kau siapa?” tanya Yeri berbisik berusaha terlihat berani
“namaku Song Yunhyeong. Kau boleh memanggilku Yunhyeong.. kau Kim Yerim kan?” jawabnya sambil tersenyum manis
“kau tau namaku darimana?” tanya Yeri lagi
“itu tidak penting”
“baiklah. Kenapa kau terus mengangguku. Memangnya apa salahku?” tanya Yeri lagi
“aku hanya ingin meminta tolong” ujar Yunhyeong
“meminta tolong apa maksudnya?”
“aku sedang mencari lipblam”
“haaahhh..” mata Yeri terbelalak kaget mendengar jawaban dari sosok lelaki yang dia pikir adalah sosok hantu tampan “apa kau serius? Dimana-mana juga pasti mencari benda yang berharga. Kenapa kau malah mencari lipblam yang tidak penting” sambungnya
“lipblam itu sangat berharga bagiku..” ujar Yunhyeong meyakinkan Yeri
“kau itu hantu aneh. Aku akan membelinya untukmu, kau tak payah mencari lipblam itu”
“aku bukan hantu.. aku ini manusia”
“kau jangan membuatku tertawa deh. Kau akui saja kalau kau ini seorang hantu, lagi pula kau tidak terlalu mengerikan bagiku. Malah kau ini hantu yang sangat tampan bagiku” jelas Yeri menahan tawanya
“aku tidak berbohong. Aku ini manusia. Bukan hantu” ujar Yunhyeong meyakinkan Yeri “apa kau sadar.. guru itu melihatmu aneh. Kau ini berbicara denganku namun orang lain melihatmu sedang berbicara sendiri” jelas Yunhyeong sambil menunjuk guru Yeri yang melihatnya aneh.

Yeri sadar dengan ucapan Yunhyeong, dia berfikir sejenak. Dia melihat teman sekelasnya sedang melihat dirinya dengan tatapan yang aneh. Yeri tidak ingin teman sekelasnya salah paham dengan tingkahnya yang aneh karena berbicara pada seorang hantu tampan yang menganggunya. Yeri berdiri tiba-tiba lalu melihat teman sekelasnya satu persatu yang menatapya aneh.

“sungguh. Aku ini masih normal. Aku tidak gila, aku sedang berbicara pada temanku dengan ini” jelas Yeri tersenyum terpaksa sambil menunjukan headset ditelinganya. Untung saja Yeri sedang mendengarkan musik dengan headsetnya, sehingga teman sekelasnya tidak akan mengiranya gila karena berbicara sendiri. Setelah mendengar pernjelasan dari Yeri, teman sekelasnya memperbaiki tatapan matanya yang aneh pada Yeri dan melanjutkan proses belajar. Yeri menjadi sangat lega karena teman sekelas dan gurunya tidak akan menganggapnya gila.

Yeri melihat Yunhyeong tajam, terlihat jelas bahwa Yunhyeong sedang menahan tawanya. Kemudian dia memalingkan pandangannya dari wajah Yunhyeong yang sedari tadi terus melihatnya dengan senyumannya yang manis. Yeri sangat risih dengan tatapan Yunhyeong padanya, dia lupa bahwa Yunhyeong sosok hantu yang tampan. Sehingga dia merasa canggung jika harus berhadapan dengan sosok hantu tampan yang meminta bantuan untuk menemukan lipblamnya.

Sepulang sekolah Yunhyeong mengikuti langkah kaki Yeri menuju kediamannya. Yeri sengaja mengacuhkan Yunhyeong karena tidak ingin orang-orang disekitar rumahnya melihatnya aneh berbicara sendiri. Yeri membiarkan Yunhyeong mengikutinya sampai kedalam kamarnya, dia ingin berbicara banyak dengan Yunhyeong.
“jelaskan padaku!! Kau mati kenapa?” tanya Yeri tiba-tiba
“aku belum mati!! Aku ini masih hidup dan aku ini manusia. Kau kenapa susah percaya sih..” jawab Yunhyeong emosi
“hanya aku yang bisa berbicara dan melihatmu. Kalau bukan hantu apalagi namanya?” sambungnya
“terserah kau mau bilang apa. Aku akan terus menganggumu sampai kau mau mambantuku..” ancam Yunhyeong
“kau mengancamku. Baiklah.. aku akan belikan untukmu” ujar Yeri sambil mengambil uang didompetnya.
“lipblamku itu sangat berharga. Jika jatuh ditangan yang salah bakal barabe jadinya” jelas Yunhyeong
“ba-barabe. Apa itu? Ahh sudahlah. Aku akan membantumu, setelah itu kau akan pergi kan?” sambungnya setengah emosi
“baik. Terima kasih banyak” ujar Yunhyeong sangat formal
“melihat dari caramu bicara terlihat jelas kalau kau mati pada jaman dulu.. Yun-ah. Apa kau seumuran denganku?” ujarnya sambil mengangkat sebelah alisnya.
“Yun- Yun apa tadi. Aku menyukai panggilan itu” balasnya tidak nyambung sambil tersenyum
“Ahh.. baiklah. Aku akan memanggilmu Yun-ah saja” sambung Yeri
“aku kelas 3 SMA” sambung Yunhyeong tiba-tiba
“SEONBAE. Jadi kau seonbaeku!” ujar Yeri tidak percaya
“itu tidak masalah. Yeri-ah” ujarnya mendadak lembut
Yeri melihat Yunhyeong dengan tatapan aneh karena nada bicaranya yang mendadak berubah. Yeri merasa bersalah telah menerima permintaan Yunhyeong, dia khawatir tidak bisa membantu menemukan lipblam berharga yang dia miliki.
***
Pencarian pertama. Tengah malam Yunhyeong mengajak Yeri pergi kesuatu tempat yang sangat sepi. Tempat itu terlihat seperti bekas gedung yang tak terurus lagi, banyak sarang laba-laba yang terus mengenai wajah Yeri sepanjang perjalanan.
“jadi. Apakah kau mati diatas gedung ini?” tanya Yeri tiba-tiba sambil menetengkan kedua tangannya dipinggulnya.
“sudah berapa kali kukatakan. Aku ini belum mati?” jelas Yunhyeong
“terserah kau saja. Kau akan sakit jika menyadari kalau jasadmu itu sudah dibuang disungai” sambung Yeri

Yunhyeong melihat Yeri tajam. Dia sangat membenci Yeri yang terus bicara tidak jelas tentang dirinya.

“sudah kukatakan berkali-kali aku ini belum mati!!” bentak Yunhyeong
Yeri tersentak kaget mendengar perkataan dari Yunhyeong. Bagaimana bisa seorang hantu penasaran membentaknya sekeras itu, pikirnya.
“hyaa kenapa harus berteriak sih” ujar Yeri meninggikan nada suaranya

Yunhyeong tidak menjawab ucapan Yeri. Baginya Yeri terlihat seperti seorang wanita yang terlalu mudah emosi. Yunhyeong lebih memilih diam sambil melihat Yeri dengan tatapan matanya yang tajam. Sedangkan Yeri berpikiran bahwa Yunhyeong menjadi menyeramkan jika melihatnya seperti itu.

“seseorang membawa lipblamku saat aku terjatuh dari gedung ini” ujar Yunhyeong tiba-tiba
“memangnya siapa orang itu?” tanya Yeri polos
Mendengar pertanyaan Yeri, Yunhyeong melihatnya datar “jika aku mengetahui orang itu. Aku tak akan meminta bantuanmu” sambungnya
“aku kan hanya bertanya. Benar kataku, kau mati digedung ini kan?” tanya Yeri yang masih penasaran

Yunhyeong kembali melihat Yeri tajam. Apa yang harus dikatakannya supaya Yeri sadar bahwa dia bukanlah hantu penasaran. Yunhyeong memalingkan pandangannya, matanya terbelalak kaget ketika melihat seorang wanita yang dia kenal sedang berjalan kearah gedung itu. Yunhyeong menarik tangan Yeri untuk menunduk kebawah supaya tak terlihat oleh wanita itu.
“ada apa sih?” tanya Yeri
“wanita dibawah tadi. Dia penyebabnya aku kehilangan lipblam itu. Aku sangat yakin dia akan kegedung ini, makanya aku membawamu kegedung ini” jelas Yunhyeong
“ya sudah. Kau ambil saja lipblam itu” ujar Yeri berusaha mengintip. Namun Yunhyeong berhasil menahannya.
“aku tidak bisa menyentuh benda mati” sambungnya
“tapi kau bisa menyentuhku” balas Yeri sambil melihat kearah tangannya yang sedang dipegang erat oleh Yunhyeong. Tidak ingin Yeri salah pahan dengan dirinya, Yunhyeong segera melepas genggamnya.
“kau ini memang hantu kan? Hantu kan memang tidak bisa menyentuh benda mati” sambungnya
“sudah kukatakan. Aku bukanlah hantu” jelas Yunhyeong
“kalau bukan hantu apa lagi namanya??” ujar Yeri meninggikan suaranya
“aku belum mati, aku hanya lupa dengan letak jasadku”
“kalau bicara jasad sudah pasti mati namanya” sambung Yeri kesal
“dengar ya. Aku belum mati” balasYunhyeong kesal

Yeri mendadak terdiam ketika wanita tadi tiba-tiba menghampiri dan melihatnya aneh. Yeri memukul kening kepalanya lalu melihat Yunhyeong kesal, pastinya wanita tadi mengira dirinya gila. Sedangkan Yunhyeong memperbaiki posisi jongkoknya dan berada disamping Yeri.

“kenapa kau bicara sendiri?” tanya wanita itu
“Ahh tidak. Aku sedang bicara dengan temanku. Kau tau, aku menggunakan headset” jawabnya beranjak berdiri.
“itu lipblamnya ada didalam tas” ujar Yunhyeong tiba-tiba sambil menunjuk tas milik wanita itu.
“benarkah” ujar Yeri
Wanita tadi kembali melihat Yeri aneh, untuk apa seorang wanita sendirian didalam gedung bekas saat tengah malam, pikirnya. Wanita itu mejulurkan tangannya untuk berkenalan dengan Yeri, dia ingin mengenal Yeri.
“namaku Lee Eun Ji. Panggil saja Eunji” ujarnya tersenyum
Yeri membalas senyuman Eunji kemudian memperkenalkan namanya. Yunhyeong yang merasa diacuhkan oleh Yeri terus memukul bokong Yeri dengan tangannya kemudian tertawa sendiri tidak jelas. Yeri sangat membenci tingkah Yunhyeong yang kekanak-kanakan, dia hanya melihat Yunhyeong tajam supaya dirinya berhenti menganggunya.
“apa kau punya lipblam. Bibirku sangat kering” ujar Yeri tersenyum untuk menghilangkan kegugupannya.
“ini..” balas Enuji sambil menyerahkan limblam rasa anggur.

Yeri berpura-pura memakai lipblam tersebut. Lalu tanpa kesadaran Yeri, Yunhyeong mengambilnya dengan paksa dari tangan Yeri. Karena Yunhyeong tidak bisa menyentuh benda mati, limblam itu terjatuh. Eunji terbelalak kaget melihat lipblam itu seperti sengaja dilempar oleh orang lain.
 “apa kau mengenal Yunhyeong?” tanya Eunji tiba-tiba
Yeri bingung ingin menjawab apa pertanyaan dari Eunji. Dia khawatir jika dia mengatakan kalau dia memang mengenal Yunhyeong, Eunji pastinya akan menyakitinya. Yeri hanya diam.
“limblam itu miliknya. Aku ingin mengembalikannya” ujar Eunji dingin dengan sorotan matanya yang mengerikan.
Yeri berjalan mundur untuk menghindari Eunji yang mendekatinya, dia melihat Yunhyeong sedang berusaha memegang batang kayu. Eunji melihatnya tajam, kemudian berjalan sambil tersenyum sinis mendekati Yeri.
“kau mau apa?” tanya Yeri gugup
“aku ingin mengenalkanmu pada Yunhyeong” ujarnya dingin
“itu tidak perlu”
“mungkin dia sedang melihat kita. Apa kau ingin kuperkenalkan langsung”
“aku tidak perlu mengenalnya. Menjauhlah dariku”
“aku tidak akan menjauh. Kau pasti mengetahui kejadian tadi malam, makanya kau sekarang berada ditempat ini”
“kejadian apa maksudmu”
“kau jangan mengelak. Kau tahu kejadian tadi malam kan??” sambungnya.

Jarak antara mereka berdua sudah berdekatan, Yeri berusaha tetap terlihat tenang dengan menutup sebelah matanya lalu menutup kedua matanya. #BRAKK terdengar suara pukulan yang keras dari punggung Eunji ketika dirinya hampir saja mendorong Yeri supaya jatuh dari atas gedung itu. Ketika dia membuka matanya dia melihat Yunhyeong berhasil memukul Eunji dengan batang kayu yang lumayan besar. Eunji tergeletak tanpa sadar diatas lantai, sedangkan Yeri segera memungut lipblam itu kemudian menyerahkannya pada Yunhyeong. Namun sebelum Yunhyeong menerimanya, Yeri menarik kembali lipblam itu.
“katakan padaku. Bagaimana caramu mati??” tanya Yeri yang masih penasaran
“apa aku boleh meminta bantuanmu lagi?” ujar Yunhyeong balik bertanya
“bantuan apa lagi?”
“maukah kau menemukan jasadku”
“jadi kau sudah mati?” tanya Yeri lagi
“Sebenarnya Eunji itu gadis yang baik, namun karena cinta tulusnya ditolak oleh adikku. Dia mendadak berubah menjadi sangat kejam, bahkan adikku pernah memasuki rumah sakit karena ulahnya. Lipblam ini, aku menyukai lipblam rasa anggur ini. Namun aku kalah cepat dengannya, dia berhasil mendapatkan lipblam ini-” penjelasan terpotong tiba-tiba.
“tunggu. Apa kau jatuh dari gedung ini karena merebutkan lipblam ini!!” ujar Yeri tidak percaya
“sebenarnya tidak. Dia sengaja mendorongku karena dia mengira akulah penyebab dia tidak diterima oleh adikku”
“siapa nama adikmu?”
“Jung Chanwoo. Dia seumuran denganmu”
“apakah kau serius kau belum mati”
“ehm..” balas Yunhyeong tersenyum tipis pada Yeri
“ini lipblammu. Pergilah keasalmu” ujarnya mendadak dingin sambil menyerahkan lipblam itu.

Yeri mendadak terdiam ketika Yunhyeong akan pergi meninggalkannya. Yunhyeong melihat Yeri datar yang sedang membelakanginya, dia ingin mengatakan yang sebenarnya kalau jasadnya masih berada disekitar gedung ini. Namun Yeri yang terdunduk diam  tidak ingin melihatnya. Perlahan bayangan Yunhyeong menghilang. Yeri membalikan badannya untuk berterima kasih pada Yunhyeong, namun dia kecewa dengan sikap Yunhyeong yang pergi begitu saja tanpa berpamitan dan berterima kasih dulu padanya. Yeri memilih melangkah keluar dari gedung itu, dia senang bisa mengenal Yunhyeong meskipun hanya sehari.

Ketika Yeri akan melewati pintu masuk gedung itu, dia melihat seorang lelaki yang tergeletak lemas dengan wajah yang penuh darah disamping gedung itu. Yeri berlari menghampiri lelaki itu dan terkejut karena wajahnya sangat mirip dengan Yunhyeong. Yeri menjadi sangat panik, kemudian dia mengecek detak Yunhyeong, dia tersenyum karena Yunhyeong masih bernafas. Kemudian dia buru-buru menelepon ambulance, setelah ambulance itu sampai digedung itu. Yeri memilih pergi meninggalkan Yunhyeong, dan melihat Yunhyeong yang sedang diangkut masuk kedalam mobil dari sela-sela dinding.

Yeri merasa sangat lega bisa membantu Yunhyeong menemukan lipblamnya. Akhirnya dia memilih pulang kerumahnya, setibanya dia dirumah dia langsung membaringkan tubuhnya yang lelah diatas ranjang miliknya.

Pagi harinya dia tidak telat bangun pagi, bahkan sebelum ibunya membangunkannya, dia sudah selesai mengenakan seragam sekolahnya. Kedua orang tua Yeri melihat anaknya heran karena dijam yang masih sangat pagi, Yeri sudah terburu-buru menyelesaikan sarapannya kemudian berangkat kesekolah dengan menaiki bus umum. Sesampainya dia disekolah, Yeri langsung membersihkan ruang kelasnya yang kotor dan berantakan. Selesai dia membersihkan kelasnya, dia pergi kekamar mandi untuk membersihkan tangannya yang kotor terkena debu.

Selesai dia dari kamar mandi. Yeri berjalan menuju kelasnya dan tak berhenti tersenyum dan menyapa teman-temannya. Teman sekelasnya terlihat bingung dengan keadaan Yeri yang mendadak baik dengan membersihkan kelas mereka meskipun bukan jadwalnya. Ketika Yeri akan memasuki kelasnya, dia melihat seorang lelaki tampan dengan seragam yang berbeda sedang tersenyum padanya. Yeri membalas senyuman dari pria tampan itu, kemudian berjalan mendekati pria itu.
“apa kau Jung Chanwoo?” tanya Yeri tersenyum
“kau tau namaku darimana?” Chanwoo balik bertanya
“itu tidak penting. Apa Yun-ah baik-baik saja?” tanya Yeri lagi
“ehm..” jawab Chanwoo tersenyum sambil menganggukan kepalanya pelan “terima kasih sudah menemukan Yun-hyung. Apa dia menganggumu?” sambungnya
“ehm..” balasnya sambil mengangguk pelan “dia itu sangat mengangguku. Meminta bantuan hanya untuk menemukan lipblam rasa anggur yang belum dia punya. Uhh.. dia itu merepotkanku” sambungnya sambil tertawa pelan namun suaranya berubah serak karena tanpa kesadarannya dia meneteskan air matanya.
“apa kau ingin mengunjunginya?” tanya Chanwoo sambil membasuh air mata Yeri menggunakan kedua tangannya.

Yeri tersenyum lalu menganggukan kepalanya pelan. Mereka berdua berangkat menuju rumah sakit menggunakan bus umum. Sepanjang perjalanan Yeri selalu bertanya tentang Yunhyeong pada adiknya, Chanwoo. Sesampainya mereka dirumah sakit, Chanwoo segera mengajak Yeri menuju kamar rawat Yunhyeong.

Sesampainya mereka berdua didepan pintu kamar rawat Yunhyeong, Yeri tersenyum melihat Yunhyeong yang terbius dengan impus terlihat sehat. Chanwoo menawarkan Yeri untuk memasuki kamar rawat Yunhyeong, namun dengan sopan Yeri menolak ajakan Chanwoo dengan alasan dia harus kembali kesekolah.
“melihatnya sehat saja aku sudah senang.. katakan padanya kalau sudah sadar temui aku digedung itu” ujar Yeri tersenyum.
“aku akan memberitahunya..” ujar Chanwoo menganggukan kepalanya pelan.

Yeri pergi meninggalkan Chanwoo dan sedikit melihat Yunhyeong yang tertidur diranjangnya. Dia sebenarnya ingin menemui Yunhyeong, namun hatinya menolak dengan alasan Yunhyeong menemuinya hanya dengan ruhnya tidak dengan jasadnya. Dia tidak ingin Yunhyeong melihatnya aneh karena tidak mengenalnya.
“tunggu! Darimana adiknya mengetahui kalau Yun-ah menemuiku dengan ruhnya?” ujar Yeri bertanya-tanya.

Yeri tersenyum lebar. Kemudian membatalkan niatnya untuk pergi dari rumah sakit itu. Yeri berlari menuju kamar rawat Yunhyeong lalu membuka pintunya, dia terkejut melihat Yunhyeong dan Chanwoo sedang berbincang tentang dirinya. Yunhyeong melihat Yeri senang lalu tersenyum manis padanya. Yeri terlihat senang dan membalas senyuman dari Yunhyeong lalu berjalan menghampiri Yunhyeong.
“kau mengingatku?” tanya Yeri bingung
“tentu saja aku mengingatmu. Mana mungkin aku melupakan gadis cantik yang sudah menemukan lipblamku” balasnya tersenyum

Yeri hanya tersenyum mendengar perkataan dari Yunhyeong. Sedangkan Chanwoo yang merasa telah diacuhkan oleh kakaknya memilih pergi meninggalkan mereka berdua. Yeri duduk disamping ranjang Yunhyeong lalu memegang luka Yunhyeong setelah itu memukul kepala Yunhyeong sambil tersenyum. Yunhyeong tersenyum melihat tingkah Yeri yang membuatnya terhibur.
 “meskipun aku mengenalmu dalam waktu yang singkat. Aku senang bisa menjadi temanmu” ujar Yeri tesenyum
“teman. Padahal aku menginginkan yang lebih” keluh Yunhyeong
“Yun-ah. Untuk menjadi lebih dari seorang teman membutuhkan waktu yang tidak singkat” jelas Yeri
“bagiku bisa saja. Kenapa aku menemuimu, itu karena aku sudah lama mengincarmu. Aku sering melihatmu menaiki bus umum sendirian, apa kau tidak sadar kalau aku sering duduk disampingmu” jelas Yunhyeong
“benarkah?” ujar Yeri tidak percaya
“tapi kalau kau menganggapku hanya sebagai seorang teman. Baiklah. Paling tidak aku bisa dekat denganmu” sambung Yunhyeong tersenyum
“ehm..” balas Yeri tersenyum sambil menganggukan kepalanya pelan.

Mereka berdua tertawa pelan bersama kemudian disusul oleh Chanwoo yang ikut tertawa juga. Ternyata tanpa Yeri sadari, Yunhyeong sering memperhatikannya. Maka tidak heran saat pertama kali mereka bertemu Yunhyeong sudah mengetahui namanya terlebih dahulu. Diam-diam Yunhyeong menyukai Yeri, namun sayangnya Yeri belum memiliki perasaan yang sama pada Yunhyeong.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar