Title : Balikin Lipblam Gue!!
Cast : Song Yunhyeong(iKON) , Jung Chanwoo(iKON), Kim Yerim(Red Velvet) dan Eunji(A-pink)
Genre : School
Writer : Ani Habibah (biyeol)
Hembusan angin
malam yang dingin membelai pipi Kim Yerim dengan lembut. Berkali-kali Yeri harus
mengibaskan rambutnya karena terus menutupi wajah cantiknya. Yeri sedang dalam
suasana hati yang tidak baik, sepulang sekolah dia mendadak sering melamun
didepan rumahnya dengan tatapan kosong
yang mengarah pada pohon besar yang berada didepan rumahnya. Tatapannya entah
menuju kemana, terkadang dia melihat batang pohon dan terkadang melihat
mobil-mobil yang melintas didepan rumahnya. Tempat tinggalnya berada
diperumahan elit yang tentunya hanya orang kayalah yang menempati rumah-rumah
itu.
Yeri tersentak
kaget dan bola matanya terbelalak melihat sosok lelaki yang sangat tampan
sedang berdiri dibawah pohon depan rumahnya dengan tatapan matanya yang
mengerikan mengarah kedirinya. Yeri berlari memasuki rumahnya dan menutup pintu
rumah dengan nafas yang terengah-engah. Orang tua Yeri yang sedang menikmati
santapan makanan malamnya melihat anaknya heran karena tingkahnya yang aneh.
Yeri tidak mempedulikan tatapan aneh kedua orang tuanya, dia buru-buru berlari
menuju kamarnya. Setelah itu dia membaringkan tubuhnya diatas ranjangnya lalu
menutupi tubuhnya dengan selimut paling tebal yang ada diatas ranjang. Yeri
berusaha memejamkan matanya dan berdoa untuk keselamatan dirinya.
Pagi harinya
Yeri terbangun sambil menyipitkan matanya karena sinar matahari yang mengarah
langsung kekamarnya. Ibu Yeri yang terlanjur emosi membuka tirai jendela kamar
Yeri supaya anak satu-satunya yang dia sayang bangun dari tidur nyenyaknya.
Yeri mengucek kedua matanya dan terkejut melihat sosok lelaki yang dia lihat
tadi malam berdiri dengan senyumannya yang manis dipojok kamarnya. Dia pun
menjerit ketika ibunya sedang menyiapkan seragam sekolahnya, lantas ibunya
menjadi kaget karena jeritan Yeri yang melengking ditelinga.
“kau kenapa?”
tanya ibunya
“Mma.. ada
setan dipojok sana” ujar Yeri sambil menunjuk pojok kamarnya dengan matanya
yang tertutup.
“apa kau masih
tidur! Tidak ada apa-apa dipojok sana” ujar ibunya emosi sambil memukuli badan
anaknya.
“Mma.. sakit”
keluh Yeri terpaksa membuka matanya. Dia kebingungan karena sosok lelaki yang
dia lihat sudah lenyap bagai ditelan bumi.
Dengan tatapan
matanya yang bingung Yeri beranjak dari ranjangnya lalu memasuki kamar mandinya
untuk membersihkan tubuhnya. Selesai dia mandi dan memakai seragam sekolahnya,
dia menghampiri keluarganya yang sedang menikmati santapan paginya. Yeri
menekuk kepalanya lalu dengan lemas dia mengambil roti selai yang sudah
dipersiapkan ibunya dan memakannya. Selesai dia memakan sarapannya, dia segera
pergi untuk berangkat kesekolah. Hari ini Yeri menolak ayahnya untuk mengantar
dirinya kesekolah, Yeri lebih memilih menaiki bus umum.
Sesampainya
Yeri disekolah. Dia tersenyum sumingrah melihat teman-temannya sudah
menunggunya didepan pintu masuk kelas. Yeri berlari lalu merangkul
teman-temannya, ketika Yeri baru melangkah memasuki kelas dia tersentak kaget
melihat sosok lelaki yang dia lihat sedang berdiri didepan papan tulis sambil
membawa penghapus. Sosok itu tersenyum padanya, Yeri yang ketakutan dan bingung
hanya terdiam dengan tatapan matanya yang kosong. Teman-teman Yeri
menyadarkannya dengan menepuk pundaknya, ketika dia sadar sosok lelaki itu
menghilang lagi.
Didalam kelas
seorang guru menyampaikan materi pelajarannya dengan cara memutar cd yang
berisikan materi. Yeri lebih memilih tidur daripada mendengarkan penjelasan
yang tidak jelas. Yeri membenamkan wajahnya pada lipatan tangannya diatas meja,
matanya mendongak kesamping. Tiba-tiba dia berdiri dengan mata terbelalak
kaget, dia melihat sosok lelaki tadi sedang melihatnya dan tersenyum. Semua
murid yang berada didalam kelas melihat Yeri heran, kamudian dengan tulus Yeri
meminta maaf karena telah menganggu proses belajar mereka. Yeri kembali duduk
dibangkunya dan sosok lelaki tadi belum menghilang dihadapannya. Yeri mencoba
memberanikan diri melihat sosok tersebut karena baginya sosok lelaki itu tidak
terlalu menyeramkan.
“sebenarnya kau
siapa?” tanya Yeri berbisik berusaha terlihat berani
“namaku Song
Yunhyeong. Kau boleh memanggilku Yunhyeong.. kau Kim Yerim kan?” jawabnya
sambil tersenyum manis
“kau tau
namaku
darimana?” tanya Yeri lagi
“itu tidak
penting”
“baiklah. Kenapa kau terus mengangguku. Memangnya apa salahku?” tanya Yeri lagi
“aku hanya
ingin meminta tolong” ujar Yunhyeong
“meminta tolong
apa maksudnya?”
“aku sedang
mencari lipblam”
“haaahhh..”
mata Yeri terbelalak kaget mendengar jawaban dari sosok lelaki yang dia pikir
adalah sosok hantu tampan “apa kau serius? Dimana-mana juga pasti mencari benda
yang berharga. Kenapa kau malah mencari lipblam yang tidak penting” sambungnya
“lipblam itu
sangat berharga bagiku..” ujar Yunhyeong meyakinkan Yeri
“kau itu hantu
aneh. Aku akan membelinya untukmu, kau tak payah mencari lipblam itu”
“aku bukan
hantu.. aku ini manusia”
“kau jangan
membuatku tertawa deh. Kau akui saja kalau kau ini seorang hantu, lagi pula kau
tidak terlalu mengerikan bagiku. Malah kau ini hantu yang sangat tampan bagiku”
jelas Yeri menahan tawanya
“aku tidak
berbohong. Aku ini manusia. Bukan hantu” ujar Yunhyeong meyakinkan Yeri “apa
kau sadar.. guru itu melihatmu aneh. Kau ini berbicara denganku namun orang
lain melihatmu sedang berbicara sendiri” jelas Yunhyeong sambil menunjuk guru
Yeri yang melihatnya aneh.
Yeri sadar
dengan ucapan Yunhyeong, dia berfikir sejenak. Dia melihat teman sekelasnya
sedang melihat dirinya dengan tatapan yang aneh. Yeri tidak ingin teman
sekelasnya salah paham dengan tingkahnya yang aneh karena berbicara pada
seorang hantu tampan yang menganggunya. Yeri berdiri tiba-tiba lalu melihat
teman sekelasnya satu persatu yang menatapya aneh.
“sungguh. Aku
ini masih normal. Aku tidak gila, aku sedang berbicara pada temanku dengan ini”
jelas Yeri tersenyum terpaksa sambil menunjukan headset ditelinganya. Untung
saja Yeri sedang mendengarkan musik dengan headsetnya, sehingga teman
sekelasnya tidak akan mengiranya gila karena berbicara sendiri. Setelah
mendengar pernjelasan dari Yeri, teman sekelasnya memperbaiki tatapan matanya
yang aneh pada Yeri dan melanjutkan proses belajar. Yeri menjadi sangat lega
karena teman sekelas dan gurunya tidak akan menganggapnya gila.
Yeri melihat
Yunhyeong tajam, terlihat jelas bahwa Yunhyeong sedang menahan tawanya.
Kemudian dia memalingkan pandangannya dari wajah Yunhyeong yang sedari tadi
terus melihatnya dengan senyumannya yang manis. Yeri sangat risih dengan
tatapan Yunhyeong padanya, dia lupa bahwa Yunhyeong sosok hantu yang tampan.
Sehingga dia merasa canggung jika harus berhadapan dengan sosok hantu tampan
yang meminta bantuan untuk menemukan lipblamnya.
Sepulang
sekolah Yunhyeong mengikuti langkah kaki Yeri menuju kediamannya. Yeri sengaja
mengacuhkan Yunhyeong karena tidak ingin orang-orang disekitar rumahnya
melihatnya aneh berbicara sendiri. Yeri membiarkan Yunhyeong mengikutinya
sampai kedalam kamarnya, dia ingin berbicara banyak dengan Yunhyeong.
“jelaskan
padaku!! Kau mati kenapa?” tanya Yeri tiba-tiba
“aku belum
mati!! Aku ini masih hidup dan aku ini manusia. Kau kenapa susah percaya sih..”
jawab Yunhyeong emosi
“hanya aku yang
bisa berbicara dan melihatmu. Kalau bukan hantu apalagi namanya?” sambungnya
“terserah kau
mau bilang apa. Aku akan terus menganggumu sampai kau mau mambantuku..” ancam
Yunhyeong
“kau
mengancamku. Baiklah.. aku akan belikan untukmu” ujar Yeri sambil mengambil
uang didompetnya.
“lipblamku itu
sangat berharga. Jika jatuh ditangan yang salah bakal barabe jadinya” jelas
Yunhyeong
“ba-barabe. Apa
itu? Ahh sudahlah. Aku akan membantumu, setelah itu kau akan pergi kan?”
sambungnya setengah emosi
“baik. Terima
kasih banyak” ujar Yunhyeong sangat formal
“melihat dari
caramu bicara terlihat jelas kalau kau mati pada jaman dulu.. Yun-ah. Apa kau
seumuran denganku?” ujarnya sambil mengangkat sebelah alisnya.
“Yun- Yun apa
tadi. Aku menyukai panggilan itu” balasnya tidak nyambung sambil tersenyum
“Ahh.. baiklah.
Aku akan memanggilmu Yun-ah saja” sambung Yeri
“aku kelas 3
SMA” sambung Yunhyeong tiba-tiba
“SEONBAE. Jadi
kau seonbaeku!” ujar Yeri tidak percaya
“itu tidak
masalah. Yeri-ah” ujarnya mendadak lembut
Yeri melihat
Yunhyeong dengan tatapan aneh karena nada bicaranya yang mendadak berubah. Yeri
merasa bersalah telah menerima permintaan Yunhyeong, dia khawatir tidak bisa
membantu menemukan lipblam berharga yang dia miliki.
***
Pencarian
pertama. Tengah malam Yunhyeong mengajak Yeri pergi kesuatu tempat yang sangat
sepi. Tempat itu terlihat seperti bekas gedung yang tak terurus lagi, banyak
sarang laba-laba yang terus mengenai wajah Yeri sepanjang perjalanan.
“jadi. Apakah
kau mati diatas gedung ini?” tanya Yeri tiba-tiba sambil menetengkan kedua
tangannya dipinggulnya.
“sudah berapa
kali kukatakan. Aku ini belum mati?” jelas Yunhyeong
“terserah kau
saja. Kau akan sakit jika menyadari kalau jasadmu itu sudah dibuang disungai”
sambung Yeri
Yunhyeong
melihat Yeri tajam. Dia sangat membenci Yeri yang terus bicara tidak jelas
tentang dirinya.
“sudah
kukatakan berkali-kali aku ini belum mati!!” bentak Yunhyeong
Yeri tersentak
kaget mendengar perkataan dari Yunhyeong. Bagaimana bisa seorang hantu
penasaran membentaknya sekeras itu, pikirnya.
“hyaa kenapa
harus berteriak sih” ujar Yeri meninggikan nada suaranya
Yunhyeong tidak
menjawab ucapan Yeri. Baginya Yeri terlihat seperti seorang wanita yang terlalu
mudah emosi. Yunhyeong lebih memilih diam sambil melihat Yeri dengan tatapan
matanya yang tajam. Sedangkan Yeri berpikiran bahwa Yunhyeong menjadi
menyeramkan jika melihatnya seperti itu.
“seseorang
membawa lipblamku saat aku terjatuh dari gedung ini” ujar Yunhyeong tiba-tiba
“memangnya
siapa orang itu?” tanya Yeri polos
Mendengar
pertanyaan Yeri, Yunhyeong melihatnya datar “jika aku mengetahui orang itu. Aku
tak akan meminta bantuanmu” sambungnya
“aku kan hanya
bertanya. Benar kataku, kau mati digedung ini kan?” tanya Yeri yang masih
penasaran
Yunhyeong
kembali melihat Yeri tajam. Apa yang harus dikatakannya supaya Yeri sadar bahwa
dia bukanlah hantu penasaran. Yunhyeong memalingkan pandangannya, matanya
terbelalak kaget ketika melihat seorang wanita yang dia kenal sedang berjalan
kearah gedung itu. Yunhyeong menarik tangan Yeri untuk menunduk kebawah supaya
tak terlihat oleh wanita itu.
“ada apa sih?”
tanya Yeri
“wanita dibawah
tadi. Dia penyebabnya aku kehilangan lipblam itu. Aku sangat yakin dia akan
kegedung ini, makanya aku membawamu kegedung ini” jelas Yunhyeong
“ya sudah. Kau
ambil saja lipblam itu” ujar Yeri berusaha mengintip. Namun Yunhyeong berhasil
menahannya.
“aku tidak bisa
menyentuh benda mati” sambungnya
“tapi kau bisa
menyentuhku” balas Yeri sambil melihat kearah tangannya yang sedang dipegang
erat oleh Yunhyeong. Tidak ingin Yeri salah pahan dengan dirinya, Yunhyeong
segera melepas genggamnya.
“kau ini memang
hantu kan? Hantu kan memang tidak bisa menyentuh benda mati” sambungnya
“sudah
kukatakan. Aku bukanlah hantu” jelas Yunhyeong
“kalau bukan
hantu apa lagi namanya??” ujar Yeri meninggikan suaranya
“aku belum
mati, aku hanya lupa dengan letak jasadku”
“kalau bicara
jasad sudah pasti mati namanya” sambung Yeri kesal
“dengar ya. Aku
belum mati” balasYunhyeong kesal
Yeri mendadak
terdiam ketika wanita tadi tiba-tiba menghampiri dan melihatnya aneh. Yeri
memukul kening kepalanya lalu melihat Yunhyeong kesal, pastinya wanita tadi
mengira dirinya gila. Sedangkan Yunhyeong memperbaiki posisi jongkoknya dan
berada disamping Yeri.
“kenapa kau
bicara sendiri?” tanya wanita itu
“Ahh tidak. Aku
sedang bicara dengan temanku. Kau tau, aku menggunakan headset” jawabnya
beranjak berdiri.
“itu lipblamnya
ada didalam tas” ujar Yunhyeong tiba-tiba sambil menunjuk tas milik wanita itu.
“benarkah” ujar
Yeri
Wanita tadi
kembali melihat Yeri aneh, untuk apa seorang wanita sendirian didalam gedung
bekas saat tengah malam, pikirnya. Wanita itu mejulurkan tangannya untuk
berkenalan dengan Yeri, dia ingin mengenal Yeri.
“namaku Lee Eun
Ji. Panggil saja Eunji” ujarnya tersenyum
Yeri membalas
senyuman Eunji kemudian memperkenalkan namanya. Yunhyeong yang merasa diacuhkan
oleh Yeri terus memukul bokong Yeri dengan tangannya kemudian tertawa sendiri
tidak jelas. Yeri sangat membenci tingkah Yunhyeong yang kekanak-kanakan, dia
hanya melihat Yunhyeong tajam supaya dirinya berhenti menganggunya.
“apa kau punya
lipblam. Bibirku sangat kering” ujar Yeri tersenyum untuk menghilangkan
kegugupannya.
“ini..” balas
Enuji sambil menyerahkan limblam rasa anggur.
Yeri
berpura-pura memakai lipblam tersebut. Lalu tanpa kesadaran Yeri, Yunhyeong
mengambilnya dengan paksa dari tangan Yeri. Karena Yunhyeong tidak bisa
menyentuh benda mati, limblam itu terjatuh. Eunji terbelalak kaget melihat
lipblam itu seperti sengaja dilempar oleh orang lain.
“apa kau
mengenal Yunhyeong?” tanya Eunji tiba-tiba
Yeri bingung
ingin menjawab apa pertanyaan dari Eunji. Dia khawatir jika dia mengatakan
kalau dia memang mengenal Yunhyeong, Eunji pastinya akan menyakitinya. Yeri
hanya diam.
“limblam itu
miliknya. Aku ingin mengembalikannya” ujar Eunji dingin dengan sorotan matanya
yang mengerikan.
Yeri berjalan
mundur untuk menghindari Eunji yang mendekatinya, dia melihat Yunhyeong sedang
berusaha memegang batang kayu. Eunji melihatnya tajam, kemudian berjalan sambil
tersenyum sinis mendekati Yeri.
“kau mau apa?”
tanya Yeri gugup
“aku ingin
mengenalkanmu pada Yunhyeong” ujarnya dingin
“itu tidak
perlu”
“mungkin dia
sedang melihat kita. Apa kau ingin kuperkenalkan langsung”
“aku tidak
perlu mengenalnya. Menjauhlah dariku”
“aku tidak akan
menjauh. Kau pasti mengetahui kejadian tadi malam, makanya kau sekarang berada
ditempat ini”
“kejadian apa
maksudmu”
“kau jangan
mengelak. Kau tahu kejadian tadi malam kan??” sambungnya.
Jarak antara
mereka berdua sudah berdekatan, Yeri berusaha tetap terlihat tenang dengan
menutup sebelah matanya lalu menutup kedua matanya. #BRAKK terdengar
suara pukulan yang keras dari punggung Eunji ketika dirinya hampir saja
mendorong Yeri supaya jatuh dari atas gedung itu. Ketika dia membuka matanya
dia melihat Yunhyeong berhasil memukul Eunji dengan batang kayu yang lumayan
besar. Eunji tergeletak tanpa sadar diatas lantai, sedangkan Yeri segera
memungut lipblam itu kemudian menyerahkannya pada Yunhyeong. Namun sebelum
Yunhyeong menerimanya, Yeri menarik kembali lipblam itu.
“katakan
padaku. Bagaimana caramu mati??” tanya Yeri yang masih penasaran
“apa aku boleh
meminta bantuanmu lagi?” ujar Yunhyeong balik bertanya
“bantuan apa
lagi?”
“maukah kau
menemukan jasadku”
“jadi kau sudah
mati?” tanya Yeri lagi
“Sebenarnya
Eunji itu gadis yang baik, namun karena cinta tulusnya ditolak oleh adikku. Dia
mendadak berubah menjadi sangat kejam, bahkan adikku pernah memasuki rumah
sakit karena ulahnya. Lipblam ini, aku menyukai lipblam rasa anggur ini. Namun
aku kalah cepat dengannya, dia berhasil mendapatkan lipblam ini-” penjelasan
terpotong tiba-tiba.
“tunggu. Apa
kau jatuh dari gedung ini karena merebutkan lipblam ini!!” ujar Yeri tidak
percaya
“sebenarnya
tidak. Dia sengaja mendorongku karena dia mengira akulah penyebab dia tidak
diterima oleh adikku”
“siapa nama
adikmu?”
“Jung Chanwoo.
Dia seumuran denganmu”
“apakah kau
serius kau belum mati”
“ehm..” balas
Yunhyeong tersenyum tipis pada Yeri
“ini lipblammu.
Pergilah keasalmu” ujarnya mendadak dingin sambil menyerahkan lipblam itu.
Yeri mendadak
terdiam ketika Yunhyeong akan pergi meninggalkannya. Yunhyeong melihat Yeri
datar yang sedang membelakanginya, dia ingin mengatakan yang sebenarnya kalau
jasadnya masih berada disekitar gedung ini. Namun Yeri yang terdunduk diam tidak ingin melihatnya. Perlahan bayangan
Yunhyeong menghilang. Yeri membalikan badannya untuk berterima kasih pada
Yunhyeong, namun dia kecewa dengan sikap Yunhyeong yang pergi begitu saja tanpa
berpamitan dan berterima kasih dulu padanya. Yeri memilih melangkah keluar dari
gedung itu, dia senang bisa mengenal Yunhyeong meskipun hanya sehari.
Ketika Yeri
akan melewati pintu masuk gedung itu, dia melihat seorang lelaki yang
tergeletak lemas dengan wajah yang penuh darah disamping gedung itu. Yeri
berlari menghampiri lelaki itu dan terkejut karena wajahnya sangat mirip dengan
Yunhyeong. Yeri menjadi sangat panik, kemudian dia mengecek detak Yunhyeong,
dia tersenyum karena Yunhyeong masih bernafas. Kemudian dia buru-buru menelepon
ambulance, setelah ambulance itu sampai digedung itu. Yeri memilih pergi
meninggalkan Yunhyeong, dan melihat Yunhyeong yang sedang diangkut masuk
kedalam mobil dari sela-sela dinding.
Yeri merasa
sangat lega bisa membantu Yunhyeong menemukan lipblamnya. Akhirnya dia memilih
pulang kerumahnya, setibanya dia dirumah dia langsung membaringkan tubuhnya
yang lelah diatas ranjang miliknya.
Pagi harinya
dia tidak telat bangun pagi, bahkan sebelum ibunya membangunkannya, dia sudah
selesai mengenakan seragam sekolahnya. Kedua orang tua Yeri melihat anaknya
heran karena dijam yang masih sangat pagi, Yeri sudah terburu-buru
menyelesaikan sarapannya kemudian berangkat kesekolah dengan menaiki bus umum.
Sesampainya dia disekolah, Yeri langsung membersihkan ruang kelasnya yang kotor
dan berantakan. Selesai dia membersihkan kelasnya, dia pergi kekamar mandi
untuk membersihkan tangannya yang kotor terkena debu.
Selesai dia
dari kamar mandi. Yeri berjalan menuju kelasnya dan tak berhenti tersenyum dan
menyapa teman-temannya. Teman sekelasnya terlihat bingung dengan keadaan Yeri
yang mendadak baik dengan membersihkan kelas mereka meskipun bukan jadwalnya.
Ketika Yeri akan memasuki kelasnya, dia melihat seorang lelaki tampan dengan
seragam yang berbeda sedang tersenyum padanya. Yeri membalas senyuman dari pria
tampan itu, kemudian berjalan mendekati pria itu.
“apa kau Jung
Chanwoo?” tanya Yeri tersenyum
“kau tau namaku
darimana?” Chanwoo balik bertanya
“itu tidak
penting. Apa Yun-ah baik-baik saja?” tanya Yeri lagi
“ehm..” jawab
Chanwoo tersenyum sambil menganggukan kepalanya pelan “terima kasih sudah
menemukan Yun-hyung. Apa dia menganggumu?” sambungnya
“ehm..” balasnya
sambil mengangguk pelan “dia itu sangat mengangguku. Meminta bantuan hanya
untuk menemukan lipblam rasa anggur yang belum dia punya. Uhh.. dia itu
merepotkanku” sambungnya sambil tertawa pelan namun suaranya berubah serak
karena tanpa kesadarannya dia meneteskan air matanya.
“apa kau ingin
mengunjunginya?” tanya Chanwoo sambil membasuh air mata Yeri menggunakan kedua
tangannya.
Yeri tersenyum
lalu menganggukan kepalanya pelan. Mereka berdua berangkat menuju rumah sakit
menggunakan bus umum. Sepanjang perjalanan Yeri selalu bertanya tentang
Yunhyeong pada adiknya, Chanwoo. Sesampainya mereka dirumah sakit, Chanwoo
segera mengajak Yeri menuju kamar rawat Yunhyeong.
Sesampainya
mereka berdua didepan pintu kamar rawat Yunhyeong, Yeri tersenyum melihat Yunhyeong
yang terbius dengan impus terlihat sehat. Chanwoo menawarkan Yeri untuk
memasuki kamar rawat Yunhyeong, namun dengan sopan Yeri menolak ajakan Chanwoo
dengan alasan dia harus kembali kesekolah.
“melihatnya
sehat saja aku sudah senang.. katakan padanya kalau sudah sadar temui aku
digedung itu” ujar Yeri tersenyum.
“aku akan
memberitahunya..” ujar Chanwoo menganggukan kepalanya pelan.
Yeri pergi
meninggalkan Chanwoo dan sedikit melihat Yunhyeong yang tertidur diranjangnya.
Dia sebenarnya ingin menemui Yunhyeong, namun hatinya menolak dengan alasan
Yunhyeong menemuinya hanya dengan ruhnya tidak dengan jasadnya. Dia tidak ingin
Yunhyeong melihatnya aneh karena tidak mengenalnya.
“tunggu!
Darimana adiknya mengetahui kalau Yun-ah menemuiku dengan ruhnya?” ujar Yeri
bertanya-tanya.
Yeri tersenyum
lebar. Kemudian membatalkan niatnya untuk pergi dari rumah sakit itu. Yeri
berlari menuju kamar rawat Yunhyeong lalu membuka pintunya, dia terkejut
melihat Yunhyeong dan Chanwoo sedang berbincang tentang dirinya. Yunhyeong
melihat Yeri senang lalu tersenyum manis padanya. Yeri terlihat senang dan
membalas senyuman dari Yunhyeong lalu berjalan menghampiri Yunhyeong.
“kau
mengingatku?” tanya Yeri bingung
“tentu saja aku
mengingatmu. Mana mungkin aku melupakan gadis cantik yang sudah menemukan
lipblamku” balasnya tersenyum
Yeri hanya
tersenyum mendengar perkataan dari Yunhyeong. Sedangkan Chanwoo yang merasa
telah diacuhkan oleh kakaknya memilih pergi meninggalkan mereka berdua. Yeri
duduk disamping ranjang Yunhyeong lalu memegang luka Yunhyeong setelah itu
memukul kepala Yunhyeong sambil tersenyum. Yunhyeong tersenyum melihat tingkah
Yeri yang membuatnya terhibur.
“meskipun aku
mengenalmu dalam waktu yang singkat. Aku senang bisa menjadi temanmu” ujar
Yeri tesenyum
“teman. Padahal
aku menginginkan yang lebih” keluh Yunhyeong
“Yun-ah. Untuk
menjadi lebih dari seorang teman membutuhkan waktu yang tidak singkat” jelas
Yeri
“bagiku bisa
saja. Kenapa aku menemuimu, itu karena aku sudah lama mengincarmu. Aku sering
melihatmu menaiki bus umum sendirian, apa kau tidak sadar kalau aku sering
duduk disampingmu” jelas Yunhyeong
“benarkah?”
ujar Yeri tidak percaya
“tapi kalau kau
menganggapku hanya sebagai seorang teman. Baiklah. Paling tidak aku bisa dekat
denganmu” sambung Yunhyeong tersenyum
“ehm..” balas
Yeri tersenyum sambil menganggukan kepalanya pelan.
Mereka berdua tertawa pelan bersama kemudian disusul oleh Chanwoo yang ikut tertawa juga. Ternyata tanpa Yeri sadari, Yunhyeong sering memperhatikannya. Maka tidak heran saat pertama kali mereka bertemu Yunhyeong sudah mengetahui namanya terlebih dahulu. Diam-diam Yunhyeong menyukai Yeri, namun sayangnya Yeri belum memiliki perasaan yang sama pada Yunhyeong.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar